DIPLOMASI PUBLIK DALAM MENINGKATKAN PARIWISATA MELALUI NATION BRANDING WONDERFUL INDONESIA KE AUSTRALIA PASCA PANDEMI COVID-19



DIPLOMASI PUBLIK DALAM MENINGKATKAN PARIWISATA MELALUI NATION BRANDING WONDERFUL INDONESIA KE AUSTRALIA PASCA PANDEMI COVID-19


 

Nama Anggota :

Alvina Thea Hosana (20430031)

Ariqah Hasna Luthfiyah (21430017)

Hidayat Askar Dzikier (21430048)

Asfari Puput Darmananda (21430050)


 

PRODI ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

SURAKARTA 

2024/2025


 

PENDAHULUAN

 

    Diplomasi publik memainkan peran penting dalam mempromosikan citra dan merek suatu bangsa secara global. Melalui diplomasi publik, pemerintah dapat berinteraksi dengan pihak asing, membangun hubungan, dan mempromosikan kepentingan negaranya. Diplomasi publik juga digunakan untuk mempromosikan sektor pariwisata negara tersebut dengan membangun hubungan dengan para pemangku kepentingan utama melalui operator tur, agen perjalanan, dan media (Rahmaniah & Sugito, 2023).

 

Pandemi COVID -19 telah memberikan dampak buruk terhadap industri pariwisata global, dengan banyak negara mengalami penurunan kedatangan dan pendapatan wisatawan secara signifikan (Harchandani & Shome, 2023). Indonesia yang terkenal dengan kekayaan budayanya, warisan budaya, keindahan alam yang menakjubkan, dan kota-kota yang dinamis, juga terkena dampaknya (kemenparekraf, 2023).

Sektor pariwisata yang sebelumnya berkembang pesat dalam pandemi ini sangat menderita. Sebagai tanggapan, pemerintah Indonesia telah meluncurkan kembali  kampanye nation branding "Wonderful Indonesia" untuk mempromosikan atraksi pariwisata negara dan meningkatkan jumlah pengunjung (liputan 6, 2021).

 

Wonderful Indonesia selain menjadi branding pariwisata juga ekonomi kreatif Indonesia ini bertujuan untuk memposisikan kembali Indonesia sebagai destinasi wisata utama dengan menonjolkan warisan budaya yang unik, keajaiban alam, dan kota-kota yang dinamis. Kampanye ini akan fokus untuk menampilkan keberagaman negara ini, mulai dari pantai dan pegunungannya yang menakjubkan hingga kota-kotanya yang ramai dan desa-desa tradisionalnya. Kampanye ini juga akan menekankan budaya ramah dan bersahabat di negara ini, serta langkah-langkah keselamatan dan keamanan untuk mengurangi kekhawatiran mengenai perjalanan (kemenparekraf, 2022a).

 

Paca pandemi, pemerintah Indonesia telah berupaya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Australia ke Indonesia melalui salah satu strategi diplomasi publik dengan melalui pemanfaatan “Wonderful Indonesia” sebagai alat untuk mempromosikan keindahan pariwisata negara Indonesia (kemenparekraf, 2022b). Pemerintah Indonesia menggunakan “Wonderful Indonesia” guna meningkatkan pariwisata dan meningkatkan kunjungan wisatawan Australia ke Indonesia. Strategi yang ini dilakukan meliputi pemanfaatan sosial media, situs web, Visa on Arrival, respon terhadap travel advisory, berbagai pameran dan festival, kongres, serta kerjasama bilateral dan multilateral (kemlu, 2023).

 

Indonesia juga melakukan upaya dalam  meraih dan meningkatkan target kunjungan wisatawan Australia ke Indonesia, pemerintah lebih gencar mempromosikan nation branding “Wonderful Indonesia” agar mampu bersaing dengan negara lain, dan memberikan persepsi yang lebih baik dimata wisatawan Australia, pendekatan nation branding digunakan untuk menciptakan citra Indonesia yang khas dan berkesan sehingga menarik wisatawan Australia agar meningkatkan jumlah pengunjung wisatawan Australia (Utami & Gaffar, 2016). Hal ini melibatkan penciptaan identitas visual, pesan, dan nada yang konsisten yang mencerminkan budaya dan daya tarik unik Indonesia.

 

Dengan mempromosikan Indonesia sebagai tujuan wisata yang diinginkan, kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kedatangan wisatawan dari Australia dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi negara (kemenparekraf, 2022a). Dengan nation branding dapat meningkatkan kunjungan dan minat wisatawan khususnya negara Australia terhadap negara Indonesia sebagai tujuan wisata yang menarik dan inklusif.

Pada jurnal ini, kami akan menjelaskan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah Indonesia dalam menjalankan diplomasi publik melalui branding “Wonderful Indonesia” dan bagaimana strategi ini akan berguna untuk meningkatkan sektor pariwisata negara Indonesia ke Australia pasca pandemi Covid-19.

 

 

 

 

 

Tinjuan Pustaka

a.  Diplomasi publik

Diplomasi publik menurut Melissen (2005) adalah suatu konsep yang fokus pada pengaruh dan penggunaan soft power dalam diplomasi internasional. Ia menjelaskan bahwa diplomasi publik harus terbuka, transparan, dan melibatkan masyarakat, serta harus dipahami dalam konteks yang lebih luas dalam diplomasi tradisional dan diplomasi soft power (Melissen, 2005).

Diplomasi publik berperan penting dalam upaya promosi pariwisata Indonesia, terutama dalam menghadapi situasi pasca pandemi COVID-19. Salah satu strategi yang digunakan adalah “Wonderful Indonesia” yang diluncurkan sejak tahun 2011 hingga 2018. bertujuan untuk meningkatkan citra Indonesia di mata internasional dan meningkatkan jumlah wisatawan Australia yang datang ke Indonesia dan meningkatkan kerjasama dan kesadaran antara Indonesia dan Australia, serta meningkatkan kesadaran masyarakat Australia terhadap budaya Indonesia. Melalui media sosial dengan memperkenalkan citra positif pariwisata Indonesia,festival budaya untuk meningkatkan kesadaran dan simpati masyarakat Australia terhadap budaya Indonesia dan melalukan student exchange (Phoebe Inggrid Angeline Romauli, 2023).

 

b.     Nation branding

Menurut Simon Anholt menyatakan bahwa nation branding termasuk dalam brand.

Nation branding merupakan sebuah realitas yang komplek dari suatu negara dengan cara merangkum budaya, sejarah, masyarakat, pemerintah dalam suatu gambar dan logo yang nantinya akan memberikan positioning dan differentiation dari brand tersebut.Nation branding bertujuan untuk menciptakan reputasi tentang suatu negara di mata audiens internasional, reputasi inilah yang memberikan image negara, jika suatu negara memiliki image yang positif di mata internasional, wisatawan akan tertarik untuk berkunjung ke negara tersebut (Anholt, 2007).

Menurut Anholt (2007:20) point-point  dari nation branding saling berkaitan

untuk menciptakan gambaran dan persepsi tentang suatu negara, diantaranya adalah (1) Tourism, yang menangkap tingkat ketertarikan turis untuk mengunjungi suatu negara dilihat dari tempat wisata alam maupun buatannya, (2) Culture, karena perkembangan pariwisata sangat terkait dengan perkembangan budaya, sumber

budaya yang unik akan menjadi daya tarik wisata, (3) People, Penduduk atau

masyarakat yang berada di suatu negara memberikan penilaian akan negara tersebut

begitu pula reputasi penduduk, keterbukaan dan tingkat keramahan penduduk (Anholt, 2007).

Nation branding wonderful Indonesia mendapatkan penilaian yang tinggi dari wisatawan Australia sesuai dengan experient masyarakat Australia.Nation branding itu sendiri terdiri dari tourism, people, dan culture and heritage. Sub variabel yang mendapatkan nilai tertinggi adalah tourism karena Indonesia sudah mampu memposisikan gambaran bahwa pariwisata dan kekayaan alam maupun budaya yang ada di Indonesia dengan baik. Sementara pada peneilian terhadap people masih kurang karena menurut wisatawan servis yang mereka dapat kurang baik karena kurangnya keterampilan dari  pemilih wisata (Utami & Gaffar, 2016).

 

PEMBAHASAN

 

A.  Nation Branding “Wonderful Indonesia”

Pasca pandemi COVID-19, sektor pariwisata global mengalami penurunan drastis. Indonesia, sebagai salah satu negara dengan destinasi wisata yang beragam, perlu melakukan upaya ekstra untuk memulihkan sektor ini. Salah satu strategi yang diambil adalah melalui diplomasi publik dan nation branding dengan kampanye "Wonderful Indonesia". Diplomasi publik adalah upaya pemerintah untuk mempengaruhi opini publik internasional guna mencapai kepentingan nasional. Dalam konteks pariwisata, diplomasi publik bertujuan untuk mempromosikan citra positif negara dan menarik wisatawan asing. Nation branding "Wonderful Indonesia" adalah salah satu alat diplomasi publik yang digunakan oleh Indonesia untuk meningkatkan daya tarik pariwisatanya (Utami & Gaffar, 2016).

Selain itu dengan melalakukan kampanye "Wonderful Indonesia" berfokus pada beberapa aspek:

     Promosi Digital: Meningkatkan kehadiran di platform digital seperti media sosial, situs web, dan aplikasi mobile untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

     Kerja Sama dengan Influencer: Mengajak influencer dan selebriti Australia untuk mengunjungi dan mempromosikan destinasi wisata Indonesia.

     Pameran dan Event: Berpartisipasi dalam pameran pariwisata internasional dan mengadakan event budaya di Australia.

     Peningkatan Kualitas Pelayanan: Menyediakan informasi dan layanan berkualitas bagi wisatawan asing agar mereka mendapatkan pengalaman yang memuaskan

Pasca pandemi , beberapa langkah yang telah diambil mencakup:

     Pemulihan Kepercayaan Wisatawan: Melalui kampanye yang menekankan keamanan dan kesehatan, seperti penerapan protokol kesehatan yang ketat di destinasi wisata.

     Adaptasi dengan Tren Baru: Menyesuaikan promosi dengan tren pariwisata yang berkembang, seperti pariwisata alam dan ekowisata yang lebih aman dan diminati pasca pandemi.

     Kolaborasi Internasional: Meningkatkan kerja sama dengan pelaku industri pariwisata di Australia, seperti agen perjalanan dan maskapai penerbangan, untuk memfasilitasi perjalanan wisatawan.

Selama pasca pandemi, evaluasi dilakukan melalui berbagai indikator seperti jumlah kunjungan wisatawan, feedback dari wisatawan, dan tingkat kepuasan mereka. Tantangan yang dihadapi meliputi persaingan dengan destinasi wisata lain, perubahan regulasi terkait perjalanan internasional, dan upaya menjaga konsistensi citra positif Indonesia di mata dunia. Nation branding "Wonderful Indonesia" melalui diplomasi publik di Australia telah memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pemulihan sektor pariwisata Indonesia pasca pandemi COVID-19. Melalui strategi yang adaptif dan inovatif, kampanye ini berhasil menarik kembali minat wisatawan Australia untuk mengunjungi Indonesia, meskipun tantangan masih tetap ada (AFRILIA, 2022).

Pendekatan yang holistik dan berkelanjutan sangat penting untuk memastikan bahwa sektor pariwisata Indonesia dapat bangkit kembali dan berkontribusi pada perekonomian nasional.

 

B.  Hubungan Bilateral Pariwisata Indonesia dan Australia pasca Pandemi

Kerjasama pariwisata Indonesia dengan Australia pasca pandemi COVID-19 telah meningkatkan potensi wisatawan Australia ke Bali. Pada tahun 2022, jumlah wisman Australia ke Bali mencapai 605.955 orang, dengan tren positif dan mendominasi hampir sepertiga total wisman ke Bali. Faktor yang menjadi pendorong kenaikan jumlah wisman Australia ke Bali adalah banyaknya jumlah direct flight dari dan ke kota-kota besar di Australia seperti Brisbane, Sydney, Melbourne, Cairns, Perth, dan Darwin (Indonesia.embassy, 2021).

Pemerintah Indonesia dan Australia telah menjalin nota kesepahaman dalam kerjasama pariwisata yang ditandatangani pada Juni 2011 dan berakhir pada 2018. Kerjasama ini meliputi penyelenggaraan event, seni pertunjukan, film, hingga e-sport. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengungkapkan bahwa banyak hal yang dapat dikerjasamakan antara Indonesia dengan Australia di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, seperti peningkatan kapasitas SDM pariwisata, pengembangan subsektor seni pertunjukan, film, hingga e-sport.

Kerjasama IA-CEPA antara Indonesia dan Australia juga telah membantu memperkuat perekonomian Indonesia di masa pandemi. Kerjasama ini berfokus pada sektor investasi dan ekonomi, barang dan jasa, serta pengembangan sumber daya manusia. Pemerintah Indonesia melalui Kemenparekraf/Baparekraf memperkuat kerja sama dengan Australia dalam upaya memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (bappenas, 2021).

 

Pasca pandemi COVID-19, Indonesia dan Australia memperkuat kerja sama dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Berikut adalah beberapa contoh kerja sama yang dilakukan:

1)   Protokol Kesehatan: Kedua negara sepakat untuk mengutamakan protokol kesehatan yang ketat untuk membangun kepercayaan wisatawan dan memulihkan sektor pariwisata.

2)   Peningkatan Kualitas Destinasi Wisata: Situasi pandemi membuat sektor pariwisata berfikir kembali mengenai kebijakan destinasi wisata yang sesuai, seperti menekankan pada kualitas destinasi daripada kuantitas pengunjung, meningkatkan partisipasi masyarakat sekitar destinasi dan wisatawan lokal, serta lebih memperhatikan faktor kesehatan dan keamanan wisatawan.

3)   Kerja Sama Ekonomi Kreatif: Indonesia dan Australia telah menandatangani kerja sama bidang ekonomi kreatif pada 31 Agustus 2018 di Bogor, Jawa Barat. Lingkup kerja sama meliputi penyiaran, seni visual termasuk kriya, fine arts, fotografi, dan industri kreatif termasuk seni pertunjukan, screen production, dan sebagainya.

4)   Pengembangan Event dan Subsektor: Pemerintah Indonesia bersama dengan Australia berpotensi bekerjasama di bidang penyelenggaraan event, penyelenggaraan subsektor, seni pertunjukan, film, hingga e-sport.

5)   Pembaruan MoU Kerja Sama Pariwisata: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno ingin ada pembaruan MoU kerja sama pariwisata, terutama dalam bidang pendidikan, sehingga kelas international antara Indonesia dengan Australia kembali dibuka, hingga memungkinkan pertukaran pelajar dan program magang (pasardana, 2022).

Dengan demikian, kerja sama pariwisata Indonesia dengan Australia pasca pandemi COVID-19 berfokus pada meningkatkan kualitas destinasi wisata, mengutamakan protokol kesehatan, serta meningkatkan kerja sama dalam berbagai bidang pariwisata dan ekonomi kreatif (Maritza & Agustono, 2022).

C.  Diplomasi Publik Indonesia ke Australia  dengan wonderful Indonesia pasca pandemi

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan dunia memberi pengaruh yang luar biasa terhadap pariwisata dan kegiatan pariwisata menjadi lumpuh total (Chotijah et al., 2020). Setelah pandemi mulai pulih pemerintah dalam mempresentasikan brand wonderful Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif harus melakukan upaya untuk menarik minat wisatawan internasioal. Pemerintah Indonesia juga menyadari hal ini, dan percaya bahwa nation branding adalah pilihan yang masuk akal untuk membangun reputasi Indonesia yang baik di antara negara lain, terutama jika dikaitkan dengan pertumbuhan industri pariwisata negara(RIZQY, 2022).

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sedang melakukan Upaya dalam mempromosikan pariwisata Indonesia dengan menggelar “Wonderful Indonesia Festival 2023 Melbourne du West Beach Pavillion, St. Kilda Beach, Melbourne, Australia, pada 22 Oktober 2023 dengan menggandeng para pelaku industri diaspora di Australia”(antaranews, 2023).

Dalam diplomasi publik melalui teknologi pada tren di era kini dengan akses yang  lebih  baik  terhadap  internet  dan  teknologi  digital,  diplomasi  kini  juga  telah beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital. Berbagai platform media sosial di Indonesia sangat  beragam,  sebut  saja  Twitter,  Facebook,  Instagram,  Youtube.  Karena hampir  semua  orang memanfaatkan media sosial sebagai sarana informasi dan hiburan. (Iqbal et al., 2023). Platform media sosial memiliki peranan yang cukup kuat untuk mempromosikan destinasi wisata Indonesia. Oleh karena itu, membuat spot-spot wisata Instagramable menjadi salah satu strategi mempromosikan tempat wisata secara gratis agar dapat meningkatkan wisatawan.

Hal ini dapat  mempermudah pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif juga harus dibarengi dengan menerapkan strategi yang tepat bagi sektor akomodasi di Indonesia agar dapat bertahan (kemenparekraf, 2021).

 

PENUTUP

Diplomasi publik memiliki peran krusial dalam membangkitkan industri pariwisata Indonesia menuju Australia pasca pandemi COVID-19. Dengan fokus pada nation branding melalui kampanye Wonderful Indonesia, Indonesia dapat memperkuat citra positifnya sebagai destinasi pariwisata yang menarik. Melalui diplomasi publik, pemerintah Indonesia dapat aktif berkomunikasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan di Australia untuk mempromosikan keindahan alam, budaya yang kaya, serta keramahan masyarakat Indonesia. Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk menarik wisatawan Australia, tetapi juga untuk membangun persepsi yang kuat tentang keamanan dan kenyamanan berwisata di Indonesia setelah masa sulit pandemi.

 

Penggunaan media sosial, pertemuan bisnis, festival budaya, dan program pertukaran budaya dapat menjadi sarana efektif dalam memperluas jangkauan kampanye Wonderful Indonesia di Australia. Selain itu, kerjasama dengan media lokal dan influencer pariwisata juga dapat membantu menyebarkan pesan positif tentang Indonesia sebagai tujuan wisata yang layak dikunjungi. Dengan strategi diplomasi publik yang kuat dan terencana dengan baik, Indonesia dapat mendapatkan manfaat jangka panjang berupa peningkatan jumlah wisatawan, investasi pariwisata, serta memperkuat hubungan bilateral yang erat antara Indonesia dan Australia dalam konteks pariwisata.


DAFTAR PUSTAKA

 

 

AFRILIA, A. M. (2022). Contextual Branding “Thoughtful Indonesia” Strategi Komunikasi Pemasaran Pariwisata di Masa Pandemi COVID-19. MEDIALOG: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(1), 17–34. https://doi.org/10.35326/medialog.v5i1.1195

Anholt, S. (2007). Competitive Identity: A new model for the brand management of nations, cities and regions. Policy & Practice - A Development Education Review, 4, 3–13. http://www.developmenteducationreview.com/issue4-focus1

antaranews. (2023). Kemenparekraf gelar Wonderful Indonesia di Australia - ANTARA News Megapolitan. megapolitan.antaranews.com. https://megapolitan.antaranews.com/berita/264951/kemenparekraf-gelar-wonderful-indonesia-di-australia

bappenas. (2021). Usung IA-Cepa Indonesia-Australia Tingkatkan Kerja Sama untuk Pemulihan Ekonomi | Kementerian PPN/Bappenas. bappenas.go.id. https://www.bappenas.go.id/id/berita/usung-ia-cepa-indonesia-australia-tingkatkan-kerja-sama-untuk-pemulihan-ekonomi-H94GY

Chotijah, S. J., Indiyati, D., Khusnia, H. N., & Muhlis, M. (2020). Reputasi Brand “Wonderful Indonesia” Saat Pandemi Covid-19. JCommsci - Journal Of Media and Communication Science, 3, 19–25. https://doi.org/10.29303/jcommsci.v1i1.88

Harchandani, P., & Shome, S. (2023). The effects of COVID-19 on global tourism. International Journal of Business Innovation and Research, 31(2), 223–247. https://doi.org/10.1504/ijbir.2023.131431

Indonesia.embassy. (2021). Australian Embassy in. indonesia.embassy; corporateName= Department of Foreign Affairs and Trade.

Iqbal, S. A., Putri, A. A., Maritim, U., & Ali, R. (2023). Strategi Diplomasi Digital Pemerintah Indonesia dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Mancanegara melalui Program Wonderful Indonesia 2020-2022. Aufklarung: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 3(3), 207–215.

kemenparekraf. (2021). Strategi Digital Tourism dalam Menggaet Wisatawan. www.kemenparekraf.go.id. https://kemenparekraf.go.id/ragam-pariwisata/Strategi-Digital-Tourism-dalam-Menggaet-Wisatawan

kemenparekraf. (2022a). Siaran Pers : Kemenparekraf Perkuat Kemitraan Pemasaran Lewat “Wonderful Indonesia Co-Branding Forum.” www.kemenparekraf.go.id. https://kemenparekraf.go.id/berita/siaran-pers-kemenparekraf-perkuat-kemitraan-pemasaran-lewat-wonderful-indonesia-co-branding-forum

kemenparekraf. (2022b). Siaran Pers: Menparekraf Bertemu Australia-Indonesia Institute Board Jajaki Perluasan Kerja Sama Parekraf. www.kemenparekraf.go.id. https://kemenparekraf.go.id/berita/siaran-pers-menparekraf-bertemu-australia-indonesia-institute-board-jajaki-perluasan-kerja-sama-parekraf

kemenparekraf. (2023). Fakta Menarik Pariwisata Indonesia, Banyak Diakui Dunia. www.kemenparekraf.go.id. https://www.kemenparekraf.go.id/hasil-pencarian/fakta-menarik-pariwisata-indonesia-banyak-diakui-dunia

kemlu. (2023). Pavilion Indonesia dengan tema “Wonderful Indonesia” di Asia Pacific Incentives Meeting Event (AIME) 2023. kemlu.go.id. https://www.kemlu.go.id/melbourne/id/news/23325/pavilion-indonesia-dengan-tema-wonderful-indonesia-di-asia-pacific-incentives-meeting-event-aime-2023

liputan 6. (2021). Guna Tarik Wisatawan Pasca Pandemi, KBRI Brussel Pamerkan Keindahan Indonesia di Tram Belgia - Global Liputan6.com. lipu. https://www.liputan6.com/global/read/4529061/guna-tarik-wisatawan-pasca-pandemi-kbri-brussel-pamerkan-keindahan-indonesia-di-tram-belgia

Maritza, F., & Agustono, P. (2022). Diplomasi Pariwisata Indonesia Dalam Meningkatkan Wisatawan Australia Ke Indonesia Pada Pandemi Covid-19 Tahun 2020-2022.

Melissen, J. (2005). The New Public Diplomacy: Between Theory and Practice. Studies in Diplomacy and International Relations, 3–27. https://doi.org/10.1057/9780230554931_1

pasardana. (2022). Indonesia-Australia Buka Peluang Perluasan Kerjasama Bidang Parekraf. pasardana.id. https://pasardana.id/news/2022/5/19/indonesia-australia-buka-peluang-perluasan-kerjasama-bidang-parekraf

Phoebe Inggrid Angeline Romauli, D. S. S. 1Universitas. (2023). “Wonderful Indonesia”: The Strategy of Indonesia Nation Branding on Tourism Recovery during the Covid-19 Pandemic 1Phoebe. Jurnal Pemikiran Administrasi Negara Vol 15 No. 2 | Juli 2023: 426-439 P-ISSN.

Rahmaniah, & Sugito. (2023). Diplomasi Publik Melalui ‘Wonderful Indonesia’ Dalam Upaya Promosi Pariwisata Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Amerika Serikat. JIMPS: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 8(4), 4635–4645. https://jim.usk.ac.id/sejarah/article/view/26795

RIZQY, W. R. N. (2022). Implementasi Strategi Wonderful Indonesia Sebagai Nation Branding Dalam Kunjungan Wisatawan Australia Ke Indonesia 2020 – 2022. Manajemen Strategik, 1–10. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/45206%0Ahttps://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/45206/19323060_Wiwid Rahayu .pdf?sequence=1&isAllowed=y

Utami, S., & Gaffar, V. (2016). Pengaruh Strategi Nation Branding “Wonderful Indonesia” Terhadap Proses Keputusan Berkunjung Wisatawan Australia Ke Indonesia. THE Journal : Tourism and Hospitality Essentials Journal, 4(1), 693. https://doi.org/10.17509/thej.v4i1.1978

Komentar